Di Nigeria abad ke-16, Amina, sang ratu pejuang dari Zazzau, berdiri di garis depan pertempuran untuk mempertahankan kerajaannya. Dengan kecerdikan militer dan keberanian yang tak tergoyahkan, ia memimpin pasukannya melawan ancaman yang mengintai, membuktikan bahwa kepemimpinan dan kekuatan tak mengenal gender.