Antonio Salieri, komposer berbakat di istana Kaisar Austria, yakin musiknya adalah persembahan suci bagi Tuhan—sampai ia mendengar karya Wolfgang Amadeus Mozart, jenius musik yang justru hidup dalam kemewahan dan kesembronoan. Salieri terpecah antara kekaguman dan kecemburuan: mengapa Tuhan menganugerahi bakat ilahi pada sosok yang ia anggap tak pantas? Obsesinya berubah menjadi dendam gelap, memicu pertarungan antara kesalehan, kegilaan, dan keinginan untuk menghancurkan sang "instrumen Tuhan". Siapakah yang benar-benar menguasai nada-nada takdir?