Isabelle hancur setelah kehilangan Clara, anak angkatnya dari Vietnam. Untuk menyembuhkan luka, ia terbang ke Hanoi, mencari jejak budaya dan ibu kandung Clara. Dalam perjalanan penuh haru ini, ia tidak hanya menemukan akar Clara, tetapi juga persahabatan tak terduga yang memberinya kekuatan untuk melanjutkan hidup.