Jepang feodal, 1844: Kekejaman Lord Naritsugu mengancam perdamaian. Setelah menyaksikan korban-korbannya—termasuk seorang wanita yang dimutilasi—samurai Shinzaemon Shimada bersumpah menghentikannya. Dengan 12 orang pilihan, ia merancang penyergapan bunuh diri melawan 200 samurai Naritsugu. Di tengah hutan dan tipu muslihat, misi mustahil ini menguji kesetiaan dan keberanian.